Sabtu, 03 November 2012

SALAHKAH PELABUHAN CINTAKU


Cinta adalah anugerah tuhan yang sangat suci.cepat atau lambat cinta itu akan datang menghampiri para akhwat dan ikhwan hanya saja yang berbeda ialah waktu,tempat,dan di mana kita melabuhkan cinta suci darinya.
                Aku pernah menganggap diriku mencintai seseorang karena dia adalah orang yang tenar di sekolah,di idolakan teman-teman wanitaku, selain itukarena bakatnya di bidang olahraga.hingga akhirnya aku nyaris memulai hubungan yang serius dengannya dan melupakan prinsip yang selama ini ku pertahankan yakni berpacaran.aku nyaris saja menjalin hubungan kasih dengannya.
            Tapi ibarat sebuah mimpi yang indah,tuhan tidak mengizinkan aku tuk melanjutkan tidur dan menikmati mimpi yang semu ini.dia lebih menghendaki aku tuk bangun membuka mata melihat sekeliling,danmenyadari bahwa tidak semua mimpi yang indah adalah nyata,sebab seindah apa pun mimpi itu.itu tetap saja sebuah mimpi yang di saksikan dengan mata tertutup dan itu artinya hanya kebahagiaan yang semu semata.
Tuhan ibarat membisikkan kepadaku bahwa cinta itu tidak memandang  ketenaran,rupawan,dan keahliannya dalam olhraga.banyak orang yang tenar tapi tidak memanfaatkan ketenarannya untuk lebih dekat dengan orang-orang yang ada di bawahnya.banyak orang yang rupawan tapi dia hanya memanfaatkan itu untuk menarik dan memikat hati para wanita yang tak tau apa-apa.banyak orang yang ahli olahraga tapi
apakah di juga ahli dalam berdakwah minimal hanya mengamalkan ajaran islam?
Sejak saat itu aku sadar bahwa aku salah karena telah melabuhkan cintaku pada orang yang salah.sejak itu,aku lebih memilah pria yang datang kepadaku.meskipun aku sadar jika tindakan ku seperti ini maka banyak hati yang akan sakit karenaku.tapi aku tidak ingin melabuhkan cintaku di pelabuhan yang salah.
Hari ini aku tak tau apakah aku mendapatkan sebuah anugerah atau cobaan.aku meraskan sesuatu yang beda.ketika ku ingat dia aku merasakan detak jantungku sangat cepat,aliran darahku yang tadinya lambat kini sangat lancer,ketika aku malas belajar aku lebih rajin karenanya,saat aku putus asa dia ibarat motivator yang menyemangatiku,dan yang lebih tak aku duga setiap aku bersujud kepadanya  dan melantugkan do’a tampa sadar namanya tersebut dalam do’aku.
Tuhan bantu aku.aku tidak ingin salah dalam melabuhkan cinta suci darimu ini.
Kali ini rasanya engkau benar-benar memberikan cobaan yang sangat besar kepadaku.engkau menghadapkan aku pada dua pilihan yang sangat sulit aku pilih.keduanya adalah idolaku.orang yang pertama,rasanya dialah yang aku sayangi.dan orang kedua dialah yang aku cintai.tapi bagiku cinta yah, hanya cinta tidak lebih dari itu.sedangkan bagiku sayang maknanya lebih dalam dari cinta itu sendiri.
Akan tetapi kebingunganku tidak sampai disini saja,aku masih larut dalam pertimbanganku.jika aku memilih orang yang pertama itu artinya aku memilih orang yang seharusnya jadi kakak atau saudaraku yang lebih pantas membimbingku.namun,jika aku memilih orang yang kedua itu artinya tidak sesuai dengan hati nuraniku
tuhan salahkah jika aku meminta izinmu untuk melabuhkan cintaku di dua pelabuhan cinta sekaligus?
Yah,tuhan entah alasan apa engkau biarkan diri ini memberi harapan pada orang yang tak seharusnya mendapatkan cinta suci darimu ini.
Tuhan saat ini aku benar-benar larut dalam kebingungan.dalam benakku tersirat beberapa pertanyaan untukmu.
Tuhan….mengapa kamu berikan rasa cinta kepadaku dan kepada hamba-hambamu?
Tuhan ….apakah wanita itu dilahirkan untuk disakiti?
Tuhan….apakah aku ini tak pantas mendapatkan kebahagiaan dari orang yang ku          sayangi?
Tuhan…mengapa rasa cinta yang kamu berikan kepadaku selalu saja berlabuh di pelabuhan hati yang salah?
di setiap tangisan dalam tahajjudku kumenanti jawaban darimu.karena rasanya bahterah cinta yang ku nahkodai selalu saja merapat pada pelabuhan hati yang salah.apakah aku memang tak pantas tuk berlayar mengarungi samudera cintamu ya tuhan?ataukah memang diriku yang tak tahu menjadi seorang nahkoda cintamu?jika memang seperti itu kuharap engkau menurunkan malikat penolong untuk menahkodai pelayaran cintaku menuju engkau agar hati ini tak tersesat lagi dalam pelabuhan hati yang salah.
andai ku bisa memilih,aku tidak ingin berlayar di laut cintamu.sebab di sana aku selalu di hadapkan pada deraian ombak yang selalu menghambat perjalanan menuju engkau.andai ku tak punya rasa ini darimu. akan kupilih tuk menutup rapat kapal-kapal cinta yang kunahkodai agar ku tak menyebabkan penumpang kapal ini tersesat pula karenamu….coretan gadis itu di atas kertas putih di atas meja.