Bantu wina jatuh cinta
Cinta yang sesungguhnya bukannlah cinta yang di umbar dan di ketahui oleh banyak orang akan tetapi cinta yang sesungguhnya ialah perasaan yang tersimpan rapat dalam hati.
Malam ini perasaanku tak dapat ku tebak,entah apa yang terjadi pada diriku? Bingung.hanya itu yang ku tahu dari diriku. memandang bulan yang hampir utuh, beberapa malam ini entah mengapa aku senang memandang bulan dan sangat berharap dapat menyaksikan langsung terbentuknya bulan purnama.penasaran dengan proses terbentuknya yang kedengarannya begitu indah bahkan bulan yang biasa di serupakan dengan wajah sang pujaan hati.namun,sebenarnya tidak.aku kurang kagum dengan bulan namun yang membuatku sangat terkagum ialah kesetiaan bintang-bintang yang senantiasa menghias langit malam meskipun hanya sebagian kecil dari manusia di muka bumi ini yang menyadari keberadaannya. Hanya sang bulanlah yang selalu mendapat pujian dan perhatian khusus dari manusia di bawa sana.
Tuhan….jika perasaan ini tak pantas ku miliki tolong hapuslah ia dari pikiranku, karena aku tak sanggup hidup dengan perasaan yang tak seharusnya kumiliki.!!!
Terbayang wajah kedua sahabatku.dialah yang selama ini membuat hari-hariku labih ceria dan selalu tersenyum lepas.hal itu membuatku tersenyum-senyum sendiri.”ah..sudahlah.lagi pula sudah larut malam labih baik aku tidur”
Pagi yang agak mendung mengawali hariku.aku akan berangkat ssekolah pagi ini belajar dan yang pasti bertemu dengan kedua sahabat karibku.benar-benar hari yang menyebalkan beberapa menit aku menggu angkot tak ada satu pun yang datang.
“hay say…..! tunggu aku yah….?"sapa Amran dengan gayanya yang sok cakep.
“Uhhh….Geer deh….but help me!” sapaku sambil naik di sadel motor yang sedang di kemudinya.” Ehhh…..say..kamu pegangan yah,soalnya aku mau ngebut nih takut hujan”katanya sambil memacu motornya lebih cepat dari sebelumnya.namun,naas sudah cepat-cepat masih saja kena hujan terpaksa kami sampai di sekolah dengan basa kuyup.aku sih tidak terlalu soalnya mantel milik amran aku yang pake.awalnya aku tidak mau tapi bukan amran namanya kalau tidak bias membuat orang mengalah.”maaf yah,,mran gara-gara aku kamu jadi basah kuyup.” Kataku sambil memperhatikan wajah amran yang terlihat pucat kedinginan.”iya..apa sih yang nggak buat kamu say” katanya sambil menggosok-gosok kedua tangannya.
“Hay…kok kalian baru muncul sih?” sapa leo mengagetkan kami” “iya nih…abisnya bocah yang satu ini bikin gue basah kuyup gini”kata amran sambil tersenyum kearahku.”uhhh…dasar anak kecil nyusain aja”kata leo sambil memukul kepalaku.
Iya,,,sahabat-sahabatku adalah amran dan leo.kami sangat akrab bahkan kapan dan dimana pun kami selalu bersama.mereka ibarat malaikat bagiku.selalu menghiburku,menyemangatiku,menasehatiku,bahkan mengajariku arti cinta dan jatuh cinta.tapi yang buat aku kesal mereka tak penah mengizinkanku pacaran.mereka selalu menganggap aku adalah anak kecil yang polos tak tahu apa-apa tentang kehidupan asmara.dan yang tambah aneh mereka buat aturan kalau mereka berdua sebagai cowok dalam persahabatan kami boleh kapan saja memiliki pacar.awalnya aku tak setuju tapi bukan amran namanya kalau tidak bisa membuatku setuju aturan konyol mereka.”say, aku itu tidak ingin kamu sakit karena lelaki, makanya kami melarang kamu pacaran”katanya saat itu.”tapi kalian bisa?” tanyaku pada mereka.”kami kan cowok dan kami tahu bagaimana sifat cowok” lanjut leo yang sedang menempel peraturan itu di markas kami.iya markas rumah pohon maksudnya.”aku sayang kamu winner jadi turut aja yah” kata amran sambil mengusap kepalaku seperti menenangkan anak kecil yang lagi rewel.aku benci amran.bukan karena dia memperlakukanku seperti itu tapi karena dia tidak pernah memanggil namaku dengan benar selalu saja pake plesetan”winner” emangnya pertandingan pake winner segala.huhhh….
Tiga bulan telah berlalu.”hallo mran..kamu kerumah yah..ajak leo juga.”kataku memulai percakapan di telepon.”ahhh..nggak aku lagi capek nih” katanya singkat lalu menutup teleponnya.
Hatiku sangat sakit…..setelah aku dapat kabar dari salah satu teman kelasku kalau mereka lagi liburan bersama-sama.tapi mengapa harus membohongiku.
Sahabatku….mengapa kalian seperti ini? Ataukah kalian telah melupakan aku? Atau bagi kalian aku ini hanya anak-anak? Atau aku ini hanya boneka yang selalu jadi bahan tertawaan kalian? Kalian tahu hari ini adalah hari terakhirnya kalian menganggap aku anak-anak karena besok usiaku beranjak 17 tahun.aku ingin mempersiapkan segalanya dengan kalian.tidak dengan yang lain…….
Bersambung………
nah..teman-teman maaf yah aku baru nyambung ceritanya sekarang so aku banyak tugas sihh..heheheh..selamat membaca....
nah..teman-teman maaf yah aku baru nyambung ceritanya sekarang so aku banyak tugas sihh..heheheh..selamat membaca....
Saat ku buka
facebook kulihat foto-foto mereka saat liburan waktu itu.yah liburan tanpa
diriku.sewaktu di sekolah aku tetap bersikap ramah kepada mereka meskipun tak
bisa ku pingkiri bahwa aku sangat sakit mereka tidak mengingat ulang tahunku.
Malamnya mereka berdua datang ke
rumahku.aku berfikir bahwa mereka akan memberikan kejutan ulang tahun kepadaku
tapi ternyata aku salah.tanpa mempedulikan perasaanku mereka hanya terus
bergantian bercerita tentang dirinya masing-masing,tentang cewek incaran mereka
berdua.leo menyukai teman sekelasku dan berniat akan menembaknya besok sementara
amran juga menyukai teman kelasku.aku sangat sedih..namun ku coba untuk
terlihat tegar di hadapan mereka.
“Gimana menurut loe winner tentang
cewek yang gue suka??”tanya amran padaku.”hmmm...lumayan dia cocok kok buat
kamu”...kataku tak lupa tersenyum padanya.
“Ehhh...leo katanya kamu akan nembak
cewek yang kamu suka besok..gimana persiapannya???” Tanyaku terkesan peduli
dengan mereka.meskipun kecewa dan sakit aku tetap membuat mereka
tersenyum,biarlah aku yang merasakan kekecewaan ketika sahabat yang ku sayangi
cuek padaku.
Beberapa lama mereka di rumah
akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.”zay....tidur yang nyenyak yah
malam ini”kata amran padaku sambil mengacak – acak rambutku yang telah ku ikat rapi.”hmmm...iya..kalian
juga...”kataku pada mereka...
****
“Morning winner...”sapa amran padaku..”morning....”kataku
cuek lalu meninggalkan dia di pintu masuk kelas.aku putuskan untuk tidak
terlalu peduli lagi dengan mereka tohh mereka juga tidak ingat
ultahku...namun,beberapa hari aku cuek-cuekan dengan amran rasanya ada hilang
dariku,aku baru sadar ternyata keceriaanku bersama dia..bersama sahabatku.
Hari itu aku belajar bahasa
indonesia.ibu guru akan membagi kelompok untuk kami...semua siswa pada
teriak-teriak untuk memilih teman kelompoknya sendiri.tak sedikit yang
meneriakkan namaku untuk menjadi teman kelompoknya.aku hanya terdiam karena
jujur aku kangen satu kelompok dengan sahabat-sahabatku.di tengah riuhnya
suasana pembagian kelompok tiba-tiba amran berteriak...”bu..aku satu kelompok
dengan winn...ehh maksud saya dina bu....”meskipun aku kecewa karena amran tidak memilihku namun,di balik
itu semua aku yakin kata winn..yang di teriakkan amran tadi pasti namaku..siapa lagi yang berawalan
huruf w dikelas ini kecuali aku..”aku tertawa geli memikirkan itu semua.
Malam itu aku harus nginap di sekolah
karena akan ada pelatihan LDK dan aku temasuk salah satu panitianya.malamnya
aku menjaga pos dengan pacarku.iya tanpa sepengetahuan amran aku menerima kakak
kelasku sebagai pacarku,meskipun aku tidak begitu cinta-cinta amat tapi dia adalah
idolaku dari kelas satu lagi pula saat dia nembak,aku memang butuh teman curhat.itu
adalah keputusan terpenting yang kuputuskan tanpa sepengetahuan sahabatku
amran.
“ Hmmm....winner,kamu pulang dengan
siapa?”tanya amran saat aku hendak pulang keesokan harinya.”aku pulang bareng
kak wawan”kataku sambil membenahi barang-barangku.”sini aku mau cerita sama
kamu....” katanya sambil menarik tangannku.”kenapa kamu pacaran dengan kak
wawan tanpa sepengetahuanku?”tanyanya dengan nada sedikit membentak.”kak wawan
bisa hibur aku saat aku sedih,dia juga selalu ada untukku”kataku padanya.”iya..tapi
aku juga bisa seperti itu sama kamu...”katanya lagi .”hmmm...aku tidak ingin
ganggu kamu dengan pacarmu sob...”kataku sambil nangis..”tu kan cengeng..gimana
saya biarin kamu pacaran kalau kamu masih cengeng”..katanya sambil menghapus
air mataku..”kalau gitu gimana aku bisa yakin kalau kamu akan peduli dengan aku
sementara kamu punya pacar?”tanyaku balik padanya.”sudahlahh...yang pasti kamu
harus putus dengan kak wawan.titik...! katanya padaku..
Saat
itu aku pulang dengan amran..dia mengantarku hingga ke depan pagar
rumah...”hmmm...see you at scholl tomorrow..say.” see you too...jawabku...
Malamnya
ku sms kak wawan..aku sangat meminta maaf padanya dengan berat hati masa
pacaran yang kami jalani selama 3 bulan berakhir dengan seperti ini...ketika
dia menanyakan mengapa aku putuskan dia..aku tidak memberitahu yang
sesungguhnya,aku hanya mengatakan bahwa
sebentar lagi kelas 3 akan ujian jadi alangkah baiknya jika dia fokus
belajar saja....
“ehh..aku
sudah putus dengan kak wawan”kataku pada amran sahabatku.”seriusss say..???
tanyanya padaku”iya....”jawabku singkat.”sama dong..kemarin aku juga mutusin
pacarku..”haaa...iya”tanyaku kaget mendengarnya.”ini semua untuk kamu
winner...”sambil menarik hidungku...”uppssss..sakit tau”..hehehe...dia malah
menertawaiku.
Seminggu
kemudian amran nelfon,katanya dia mau datang ke rumah,katanya ada hal penting
yang dia ingin katakan padaku.”ada apa sobb..kayaknya penting bwanget? Tanyaku
kemudian duduk di sampingnya.”aku balikan dengan mantanku”.katanya
padaku.”seriusss....??? “iyalah..masa boong..”hehehe”bagus dong kalau gitu..kalau
kamu memang sayang dengannya dan kamu bahagia maka aku juga ikut bahagia.kataku
saat itu.
Meskipun
aku merasa di bodohi dengan sahabatku sendiri karena menyuruhku memutuskan
orang yang jelas-jelas mencintaiku tapi dia malah balikan dengan mantannya
namun lagi-lagi kekecewaan ini harus kututup rapat di balik senyumku untuknya.
Beberapa bulan
terakhir aku dan amran selalu bersama,dimana ada aku disitu ada amran.kami
selalu belajar bersama.meskipun sering bertengkar tapi kami tidak pernah
lama-lama marahannya.
“say...hari ini
rapat....?katanya padaku.”rapat apaan sih?”tanyaku sok manja pada sahabatku
itu,entah mengapa aku memang senang bertingkah manja ketika bersama sahabatku
itu.aku nyaman ketika bersama dia.
“yah rapat osis
lah...stupid..”katanya menjewer kepalaku.”sakit tau...”kataku dengan wajah
manyung....siang itu aku mengikuti rapat osis pembentukan panitia LK bersama
dengan amran dan tak lupa dia juga mengantarku pulang setelah selesai rapat.
“be careful kalo
berkendaraan..”teriakku setelas sesaat dia menurungkanku di depan rumah.
Uhh....akhirnya hari
dimana aku harus begadang semalam full pun tiba.yah,hari dimana aku menjadi
panitia LK lagi.”yeahhh....kita satu pos say..”teriak amran sambil memukul
kepalaku.”uhh...santai aja kali sobb....”kataku sok cuek.”ehh...kok akhir-akhir
ini kita sama-sama terus yah...”katanya memulai candaan lagi.”hmmm.....kita kan
sahabat ,jadi tak terpisahkan..”kataku santai.tapi di balik itu semua aku
sangat senang bisa satu pos dengan sahabatku,karena ku yakin dia bisa
melindungi dan menjagaku.apalagi aku takut gelap.
Sampai di pos,sambil
menunggu peserta kami hanya cerita-cerita saja.”ehh..say liburan nanti aku akan
pulang kampung?”katanya padaku.mendengar kata-katanya aku merasa sedih .entah
apa yang terjadi pada diriku, ini kan hanya liburan saja,tapi jujur belum pergi
saja aku sudah kangen padahal dia ada di dekatku bagaimana kalau dia pergi
nanti? Tapi buru-buru ku hilangkan pikiran aneh itu dari benakku.”berapa lama?”
tanyaku saat aku mulai menguasai perasaanku kembali.”selama liburan
kita”katanya.kemudian aku menjerit ketakutan karena lampu tiba-tiba
padam.”ihhh..apaan sih loe,kan aku takut gelap”kataku sambil terduduk di pojok
ruangan itu.”enak aja..mati sendiri tauu..” balasnya padaku sambil
tertawa.”udahh dehh nyalain nggak
lampunya”jawabku lagi.”iya..iya..penakut amat sihh..katanya kemudian menyalakan
lampu.saat lampu menyala ku lihat wajah nakalnya di hadapanku sambil
tersenyum.”apaan sih loe...minggir”kataku kemudian keluar bermain air karena
malam itu memang hujan turun.
Menjelang subuh kami
semua berkumpul di musholla sekolah,ini adalah sedikit waktu untuk kami
istrahat.”sini HP kamu!”katanya menarik HP itu dariku”apaan sihh,aku kan lagi
main”jawabku merengek minta di kembaliin.”sudah..sekarang kamu tidur!”pintanya
padaku memberikan sweeternya untukku.”uhhh..kayak ibu-ibu deh loe”kataku
kemudian tidur di pojok musholla.
Beberapa menit aku
terbaring kurasakan ada yang menyelimutiku dengan sajada.tapi aku tak urung
untuk membuka mata.palingan juga amran.”thank you”gumamku dalam hati.
“ I love you
winner...”kata amran padaku.” I love you too amran”jawabku kemudian kami berdua
tertawa bersama.”uhhhh...lebay dehh..yah sudah aku masuk dulu deh”nyaris setiap
hari kamu bercanda seperti itu saat istrahat maupun belajar.
Entah mengapa
akhir-akhir ini saat ku lihat mata amran aku jadi deg-degan.rasanya aku tambah
sayang dengannya.tapi aku yakin dia juga pasti merasakan hal yang sama denganku
karena akhir-akhir ini di tidak berani menatapku lagi.ohh..tuhan,aku tidak
ingin punya rasa yang seperti ini lagi.....teriakku dalam hati.
Suatu hari aku duduk
di bangkuku,aku sedang menulis.”heyyy...aku boleh duduk nggak?”tanya
amran.”hmmm...kemudian aku pindah ke bangku sebelah memberikan tempat untuknya.”ehh...aku
boleh nyanyi nggak?”tanyanya lagi..”yah..nyanyi aja lagi...kan nggak ada yang
ngelarang”.jawabku tanpa melihatnya.
Kau membuat ku
berantakan
Kau membuat ku tak
karuan
Kau membuat ku tak
berdaya
Kau
menolakku,acuhkan diriku
Bagaimana caranya untuk
Melumpuhkan kerasnya
hatimu
Kusadari kutak sempurna
Ku tak seperti yang
kau inginkan
Kau hancurkan aku
dengan sikapmu
Tak sadarka kau
telah menyakitiku
Lelah hati ini
meyakinkanmu
Cinta ini
membunuhku...
Terkadang aku juga
ikut bernyanyi bersama dengannya.saat istrahat aku dan salah seorang teman kelasku
ke toilet.”ehhh..kayaknya amran nyanyi
lagu itu buat seseorang deh...”katanya
sambil mencuci tangannya.”ahh..masa iya?”tanyaku padanya.sebenarnya
akhir-akhir ini aku kegeeran dengan amran abisnya dia sering bwanget nyanyiin
lagu itu saat di dekatku,tapi ya sudahlah itu kan lagu,siapa saja berhak
menyanyikannya.
Jujur akhir-akhir
ini dia sering banget jahilin
aku,membuat aku bertingkah seperti anak-anak di hadapannya.hampir seluruh waktu
istrahat kami habiskan bersama.suatu hari dia bernyanyi di sampingku sesekali
menendang-nendang kakiku.aku sadar dia ingin aku dengarkan lagunya.tapi ya udah
ahh..aku cuek aja.
Sementara menyanyi tanpa
ku duga dia membalikkan badanku ke arahnya dan berkata”winner..tatap
mataku..”katanya padaku saat itu.”whatt..?”gumamku dalam hati.rasanya jantungku
hampir copot mendengarkan kata-katanya,jujur aku tak sanggup menatap matanya
apa lagi ketika dia bernyanyi seperti itu.aku sadar dia menyukaiku setelah ku
tahu dari salah seorang temannya tapi aku belum sanggup memberikan pengertian
bahwa aku juga menyukainya.bersahabat dan bisa sama-sama dengannya saja aku
sudah senang banget.
“apaan sihh loe???”
kataku padanya buru-buru menundukkan pandanganku.kemudian aku pindah dari
tempat itu.”uhhh..kamu jahil banget sihh ganggu orang yang lagi belajar
saja”kataku dengan wajah manyung kemudian ke tempat lain.
Hari itu adalah hari
senin,aku upacara bendera.seperti biasanya,aku selalu berdiri di depan dengan
alasan lebih khusyuk gitu upacaranya.tiba-tiba dia ke sampingku,dia jadi
pemimpi barisan kelas kami.”ehh..amran cocok yah dengan cindy” kata salah
seorang temanku.”ahh..nggak ahh,,aku tuh cocoknya ma ini nie,,?”katanya sambil
menyenggol tubuhku.”nggak kamu lebih cocok ma cindy,,kamu nggak cocok dengan
wina”kata temanku lagi.”nggak..meskipun aku nggak cocok ma dia yang pasti aku
cinta”katanya kemudian memegang daguku.”apaan sihh...?”kataku risih di
perlakukan seperti itu sama dia.
Selesai upacara kami
langsung masuk kelas.berhubung karena hari itu kami belajar komputer dan di
kelas hanya ada beberapa komputer termasuk punyaku dan punyanya.jadi kami harus
bergilirang memakainya.sambil menunggu giliran aku dan amran bercanda bareng.”ehhh...kamu
jangan usilin aku dong...”gerutuku nggak suka di perlakukan seperti itu.”aku
kan sayang ma kamu jadi aku suka gangguin kamu”katanya lagi sambil tersenyum di
hadapanku.aku sangat benci senyumnya,aku benci ketika aku harus melihat
matanya,aku benci ketika bersikap seperti itu padaku.
“Tapi aku nggak
suka”kataku lagi.”aku tuhh..kayak gini cuman ke kamu,kan aku sayang
kamu”katanya nggak mau kalah..”uhhhh..dasar lebay....”kataku meledek.akhir-akhir
ini aku memang sering mengatainya dengan cocok lebay.benar juga sih.tapi itu
semua untuk menutupi ke gugupanku saat bersamanya.kata-kata itu adalah senjata
ampuhku saat ini.gumamku dalam hati.
Suatu hari aku dan
teman-teman sedang bercengkrama bersama.”ehh...mran are you like she?”kata
temanku kemudian menunjuk ke arah cindy.kulihat cindy hanya tersenyum mendengar
semuanya.”ohh..no. i like she”jawabnya sambil menunjukku kemudian memukul
kepalaku.aku hanya diam mendengarnya berkata begitu.aku tidak ingin kelihatan
kegeeran di depan semua teman-temannku
terlebih lagi amran.”i love you very much...ku mohon kamu mengerti’kata-kata
amran kepadaku saat itu.”uhhh...dasar lebay”jawabnku kemudian melanjutkan
menulis.”ku mohon sadari kata-kataku”katanya lagi dengan suara yang lebih kecil
dari sebelumnya.sebenarnya aku mendengarnya tapi aku pura-pura tidak mengetahui
apa yang dia katakan
Jujur aku sayang dia.tapi
aku lebih senang dengan seperti ini.kami terus bersama,bercanda ria,walaupun
tanpa status dan ikatan.
To be continued....