cinta yang terungkap
Pagi itu aku melangkah ke kampus.pelan tapi pasti kurasakan hembusan angin menyejukkan tubuhku, udara pagi itu sangat segar.berjalan kaki membuatku lebih menikmati indahnya suasana pagi.aku bertemu dengan seseorang awalnya aku tak menghiraukan keberadaanya.ku lanjutkan perjalanannku memasuki area kampus.
aku duduk dibawah pohon menunggu dosen yang mengajar di kelasku,melihat sekeliling.tak sengaja kulihat orang itu kembali tanpaknya dia tengah memberikan pengarahan kepada teman-temannya yang ikut apel pagi.ku pandangi dia beberapa saat.dia tanpak cerdas pandai berbicara.melihat kearahku tersenyum,mungkin dia menyadari kalau-kalau aku memperhatikannya.ku balas senyum itu sejenak lalu masuk kelas karena dosen telah datang.
aku tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik seperti biasanya ingatanku entah mengapa melayang pada senyum lelaki tadi.tanpak jelas dimataku wajahnya,matanya,bibirnya saat dia tersenyum.bagiku senyum tadi sebagai isyarat perkenalan kami.siang ini aku pulang lebih awal.malam nanti aku akan menghadiri acara “REUNI AKBAR” di sekolahku dulu.
malam itu,dipinggir jalan menatap indahnya bulan,kerlap-kerlip bintang di langit menanti angkot yang biasa lewat sekolahku dulu.udara terasa sedikit dingin jadi ku kenakan jaket biru muda yang biasa ku kenakan.beberapa menit berada di tempat itu angkot datang.aku bergegas naik.angkot melaju dengan cepat aku sampai pada tempat yang ku tuju.
aku datang telat.acara sudah di mulai tanpa pikir panjang kuserahkan undangan yang ku punya ke salah satu petugas masuk lalu mengambil tempat.namun,aku di kejutkan dengan pemandangan yang kku temui di depan sana kembali lelaki yang senyumnya masih tanpak jelas di mataku sedang berpidato.aku semakin penasaran dengan jati diri orang itu.ku tanya wanita yang duduk di sampingku.
maaf..dia itu siapa yah?
(kataku memberanikan diri)
oh..kamu bukan alumni sekolah sini yah?
(wanita itu kembali bertanya)
aku alumni sekolah sini.
(kataku menegaskan)
dia tersenyum kemudian menjelaskan.dia itu salah satu mantan ketua osis sekolah ini dulu.dia sangat pandai,di gemari banyak wanita hanya saja dia sangat cuek.
aku baru ingat bahwa aku pindahan dari luar kota,dia berhenti menjabat sebagai ketua osis saat aku masuk.malam itu,dia memakai baju kemeja coklat dia tanpak lebih dewasa dengan pakaian itu.selesai berpidato beberapa orang bertepuk tangan dia hanya tersenyum merespon tepuk tangan itu.dia duduk di kursi paling pojok menyaksikan pertunjukan yang di pentaskan malam itu.beberapa wanita mendekatinya bertegur sapa dengannya namun,dari sekian wanita yang datang semuanya di tanggapi dengan senyum kalau pun menjawab hanya beberapa kata saja.tiba-tiba dia melihat kearahku tersenyum.aku sangat malu sudah dua kali aku ketahuan memperhatikannya.aku tertunduk lalu mengalihkan perhatianku ke pertunjukan itu.
suka pertunjukannya?tanya seseorang di sampingku.
iya.ceritanya begitu nyata?kataku tanpa melihat orang yang ku ajak berbicara.
jantungku berdebar kencang saat ku lihat sosok yang duduk di sampingku,tersenyum ramah,wajahnya sangat teduh,senyumya sangat manis dan matanya sangat indah.aku tak dapat berkata-kata.aku duduk mematung.ku lihat dia dengan anak mataku,tanpaknya sangat serius dengan pertunjukan itu,tak sedikit pun menoleh kearahku.malam itu aku pulang dengan pertanyaan”mengapa dia berada di sampingku”?
aku tak dapat tidur.ku buka jendela kamarku lalu ku pandangi langit malam.
“langit mengapa kau masih gelap?bulan mengapa cahayamu masih terang?bintang mengapa jumlahmu semakin banyak? dan matahari mengapa tak kunjung menampakkan dirinya?
aku tak sabar ke kampus bertemu sosok pria sederhana yang membuat jantungku berdebar kencang?aku kembali menuju tempat tidur,melelapkan mata,dan tertidur dengan masih menyisahkan pikiran tentangnya.
***
pagi itu aku tak ada kelas di kampus.namun,ku sempatkan diri datang.aku duduk di tempat biasa.di bawah pohon.aku menemukan sepucuk surat dengan amplop bewarna biru muda.ku bolak-balik surat itu dan ternyata tak ada nama pengirimnya..perlahan ku buka
”dear
gadis pecinta biru….yang senang di tempat ini.
aku sengaja menaruh surat ini disini,sebab ku tahu kau akan datang dan duduk di bangku ini.”cintaku tak tertulis di wall facebook juga tak terpampang di blackberry dia ada di hati tidak terlihat tapi bisa kamu rasakan!
setelah membaca surat itu,aku melihat sekitarku,tak ada siapa-siapa.semuanya masuk kelas kecuali aku yang memang tak ada kelas hari ini.aku menarik selembar kertas dari binderku,dan menulis.
siapa pun kamu?
kamu harus tahu mungkin aku bisa merasakan keberadaanmu,tapi sesuatu yang tak terlihat tak akan pernah di ketahui orang lain.
sejak saat itu aku selalu berkirim surat dengan orang itu,aku tak pernah tahu siapa dia? tapi yang pasti dia membuatku lebih pandai merangkai kata-kata.pagi ini aku kembali ke tempat biasa aku menerima surat darinya.dan benar aku tak perlu sulit mencari suratnya langsung saya dapat,dengan amplop biru bertuliskan tinta hitam.
aku tahu itu,tapi kadang lebih baik diam dari pada menjelaskan apa yang kita rasakan,karena akan lebih menyakikan ketika dia bisa mendengar tapi tak bisa mengerti dan membalasnya.jadi berusahalah untuk merasakan keberadaanku!!!....................
***
mungkin kukenal dan kucintai kamu tapi ku benci caramu mencintaiku!!!
***
aku mencintaimu dan menyayangimu melebihi apa yang kamu tahu…aku tak mampu mengungkapkannya karena bagiku kau begitu sempurna..karena itu melihatmu saja aku sudah merasa bahagia.
aku yang tak pantas untukmu yang sempurna!
***
saya tidak butuh pria sempurna. agar bahagia yang saya butuhkan adalah pria sederhana yang selalu berusaha membuatku bahagia.
itulah surat-surat yang ku kirim dan dia kirim untukku.siang itu aku ketinggalan angkot.terpaksa aku jalan kaki pulang.aku sangat benci jalan di siang hari udaranya sangat tidak bersahabat.
annisa…!!! teriak seorang dari belakang.aku berhenti dan menoleh.lagi-lagi melihat senyum itu.aku antar pulang! katanya membuka helm merah miliknya….sudah naik saja memberikan satu helm untukku.separu perjalanan aku terdiam.kemudian aku bertanya”dari mana kamu tahu namaku?”dia tersenyum dengan senyum yang sama.aku melihatnya di kaca spion motornya.sudahlah besok kamu tahu jawabannya.aku sampai di rumah kembali dengan pertanyaan”apa maksud kata-katanya tadi,besok akan saya tahu”
aku berangkat ke kampus dengan angkot,masuk area kampus kemudian duduk di bawah pohon.aku menemukan surat.tanpa pikir panjang langsung ku buka.
dear
gadis pecinta biru
annisa salsabilah itu nama kamu,kamu dari SMA bakti.kamu sangat suka dengan warna biru muda,duduk di bawah pohon,dan menulis.aku tahu kamu sejak kita SMA..aku sering memperhatikanmu dari kejauhan,melihat tingkahmu yang lucu dan lugu,melihat senyummu yang kekanak-kanakan.dulu aku tak berani mendekatimu.
sekarng kamu telah berubah,lebih dewasa dan tambah sempurna di mataku. di samping kamu ada bunga satu bewarna merah dan satu bewarna biru,jika kamu memilih warna merah itu artinya kamu menerima aku sebagai pacarmu tapi jika kamu memilih yang biru sebaliknya.
Arya pratama
selesai membaca surat itu.seorang pria menghampiriku sambil tersenyum.lalu bunga apa yang kamu pilih??? tanyanya. dengan pelan ku angkat bunga bewarna biru itu,aku menatapnya.terlihat dia sangat kecewa duduk sejenak lalu berkata”seharusnya aku sudah tahu itu semua,maafkan aku”menatapku dalam-dalam lalu berdiri dan pergi.
tunggu sebentar !!! kulihat dia menoleh kearahku sangat kaget,tersenyum dan diam tanpa kata.apa maksud kamu? sambil berjalan pelan kearahku,bisa ku lihat raut mukanya yang tadi sangat mendung kini bersinar kembali.
iya tadi aku hanya kasian dengan bunga biru itu,untuk pertama kalinya warna favoritku ini harus ku campakkan bahkan kuremukkan dan ku buang begitu saja.dia berlutut di hadapanku,meraih bunga mawar merah itu lalu menberikannya kepadaku.
jadi……? katanya tersenyum memberikan bunga itu
jadi…siapa nama kamu?kataku.
kami berdua tertawa bersama.angin berhembus tenang,aku sangat bahagia pagi itu menemukan kekasih hatiku yang dari dulu mengidolakanku.
tammat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar