Minggu, 03 Maret 2013

Bantu wina jatuh cinta


Bantu wina jatuh cinta
Cinta yang sesungguhnya bukannlah cinta yang di umbar dan di ketahui oleh banyak orang akan tetapi cinta yang sesungguhnya ialah perasaan yang tersimpan rapat dalam hati.

Malam ini perasaanku tak dapat ku tebak,entah apa yang terjadi pada diriku? Bingung.hanya itu yang ku tahu dari diriku. memandang bulan yang hampir utuh, beberapa malam ini entah mengapa aku senang memandang bulan dan sangat berharap dapat menyaksikan langsung terbentuknya bulan purnama.penasaran dengan proses terbentuknya yang kedengarannya begitu indah bahkan bulan yang biasa di serupakan dengan wajah sang pujaan hati.namun,sebenarnya tidak.aku kurang kagum dengan bulan namun yang membuatku sangat terkagum ialah kesetiaan bintang-bintang yang senantiasa menghias langit malam meskipun hanya sebagian kecil dari manusia di muka bumi ini yang menyadari keberadaannya. Hanya sang bulanlah yang selalu mendapat pujian dan perhatian khusus dari manusia di bawa sana.
Tuhan….jika perasaan ini tak pantas ku miliki tolong hapuslah ia dari pikiranku, karena aku tak sanggup hidup dengan perasaan yang tak seharusnya kumiliki.!!!
Terbayang wajah kedua sahabatku.dialah yang selama ini membuat hari-hariku labih ceria dan selalu tersenyum lepas.hal itu membuatku tersenyum-senyum sendiri.”ah..sudahlah.lagi pula sudah larut malam labih baik aku tidur”
Pagi yang agak mendung mengawali hariku.aku akan berangkat ssekolah pagi ini belajar dan yang pasti bertemu dengan kedua sahabat karibku.benar-benar hari yang menyebalkan beberapa menit aku menggu angkot tak ada satu pun yang datang.
“hay say…..! tunggu aku yah….?"sapa Amran dengan gayanya yang sok cakep.
“Uhhh….Geer deh….but help me!” sapaku sambil naik di sadel motor yang sedang di kemudinya.” Ehhh…..say..kamu pegangan yah,soalnya aku mau ngebut nih takut hujan”katanya sambil memacu motornya lebih cepat dari sebelumnya.namun,naas sudah cepat-cepat masih saja kena hujan terpaksa kami sampai di sekolah dengan basa kuyup.aku sih tidak terlalu soalnya mantel milik amran aku yang pake.awalnya aku tidak mau tapi bukan amran namanya kalau tidak bias membuat orang mengalah.”maaf yah,,mran gara-gara aku kamu jadi basah kuyup.” Kataku sambil memperhatikan wajah amran yang terlihat pucat kedinginan.”iya..apa sih yang nggak buat kamu say” katanya sambil menggosok-gosok kedua tangannya.
“Hay…kok kalian baru muncul sih?” sapa leo mengagetkan kami” “iya nih…abisnya bocah yang satu ini bikin gue basah kuyup gini”kata amran sambil tersenyum kearahku.”uhhh…dasar anak kecil nyusain aja”kata leo sambil memukul kepalaku.
Iya,,,sahabat-sahabatku adalah amran dan leo.kami sangat akrab bahkan kapan dan dimana pun kami selalu bersama.mereka ibarat malaikat bagiku.selalu menghiburku,menyemangatiku,menasehatiku,bahkan mengajariku arti cinta dan jatuh cinta.tapi yang buat aku kesal mereka tak penah mengizinkanku pacaran.mereka selalu menganggap aku adalah anak kecil yang polos tak tahu apa-apa tentang kehidupan asmara.dan yang tambah aneh mereka buat aturan kalau mereka berdua sebagai cowok dalam persahabatan kami boleh kapan saja memiliki pacar.awalnya aku tak setuju tapi bukan amran namanya kalau tidak bisa membuatku setuju aturan konyol mereka.”say, aku itu tidak ingin kamu sakit karena lelaki, makanya kami melarang kamu pacaran”katanya saat itu.”tapi kalian bisa?” tanyaku pada mereka.”kami kan cowok dan kami tahu bagaimana sifat cowok” lanjut leo yang sedang menempel peraturan itu di markas kami.iya markas rumah pohon maksudnya.”aku sayang kamu winner jadi turut aja yah” kata amran sambil mengusap kepalaku seperti menenangkan anak kecil yang lagi rewel.aku benci amran.bukan karena dia memperlakukanku seperti itu tapi karena dia tidak pernah memanggil namaku dengan benar selalu saja pake plesetan”winner” emangnya pertandingan pake winner segala.huhhh….
Tiga bulan telah berlalu.”hallo mran..kamu kerumah yah..ajak leo juga.”kataku memulai percakapan di telepon.”ahhh..nggak aku lagi capek nih” katanya singkat lalu menutup teleponnya.
Hatiku sangat sakit…..setelah aku dapat kabar dari salah satu teman kelasku kalau mereka lagi liburan bersama-sama.tapi mengapa harus membohongiku.
Sahabatku….mengapa kalian seperti ini? Ataukah kalian telah melupakan aku? Atau bagi kalian aku ini hanya anak-anak? Atau aku ini hanya boneka yang selalu jadi bahan tertawaan kalian? Kalian tahu hari ini adalah hari terakhirnya kalian menganggap aku anak-anak karena besok usiaku beranjak 17 tahun.aku ingin mempersiapkan segalanya dengan kalian.tidak dengan yang lain…….
Bersambung………

nah..teman-teman maaf yah aku baru nyambung ceritanya sekarang so aku banyak tugas sihh..heheheh..selamat membaca.... 



Saat ku buka facebook kulihat foto-foto mereka saat liburan waktu itu.yah liburan tanpa diriku.sewaktu di sekolah aku tetap bersikap ramah kepada mereka meskipun tak bisa ku pingkiri bahwa aku sangat sakit mereka tidak mengingat ulang tahunku.
          Malamnya mereka berdua datang ke rumahku.aku berfikir bahwa mereka akan memberikan kejutan ulang tahun kepadaku tapi ternyata aku salah.tanpa mempedulikan perasaanku mereka hanya terus bergantian bercerita tentang dirinya masing-masing,tentang cewek incaran mereka berdua.leo menyukai teman sekelasku dan berniat akan menembaknya besok sementara amran juga menyukai teman kelasku.aku sangat sedih..namun ku coba untuk terlihat tegar di hadapan mereka.
          “Gimana menurut loe winner tentang cewek yang gue suka??”tanya amran padaku.”hmmm...lumayan dia cocok kok buat kamu”...kataku tak lupa tersenyum padanya.
          “Ehhh...leo katanya kamu akan nembak cewek yang kamu suka besok..gimana persiapannya???” Tanyaku terkesan peduli dengan mereka.meskipun kecewa dan sakit aku tetap membuat mereka tersenyum,biarlah aku yang merasakan kekecewaan ketika sahabat yang ku sayangi cuek padaku.
           Beberapa lama mereka di rumah akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.”zay....tidur yang nyenyak yah malam ini”kata amran padaku sambil mengacak – acak rambutku yang telah ku ikat rapi.”hmmm...iya..kalian juga...”kataku pada mereka...
****
          “Morning winner...”sapa amran padaku..”morning....”kataku cuek lalu meninggalkan dia di pintu masuk kelas.aku putuskan untuk tidak terlalu peduli lagi dengan mereka tohh mereka juga tidak ingat ultahku...namun,beberapa hari aku cuek-cuekan dengan amran rasanya ada hilang dariku,aku baru sadar ternyata keceriaanku bersama dia..bersama sahabatku.
          Hari itu aku belajar bahasa indonesia.ibu guru akan membagi kelompok untuk kami...semua siswa pada teriak-teriak untuk memilih teman kelompoknya sendiri.tak sedikit yang meneriakkan namaku untuk menjadi teman kelompoknya.aku hanya terdiam karena jujur aku kangen satu kelompok dengan sahabat-sahabatku.di tengah riuhnya suasana pembagian kelompok tiba-tiba amran berteriak...”bu..aku satu kelompok dengan winn...ehh maksud saya dina bu....”meskipun aku kecewa  karena amran tidak memilihku namun,di balik itu semua aku yakin kata winn..yang di teriakkan amran  tadi pasti namaku..siapa lagi yang berawalan huruf w dikelas ini kecuali aku..”aku tertawa geli memikirkan itu semua.
         Malam itu aku harus nginap di sekolah karena akan ada pelatihan LDK dan aku temasuk salah satu panitianya.malamnya aku menjaga pos dengan pacarku.iya tanpa sepengetahuan amran aku menerima kakak kelasku sebagai pacarku,meskipun aku tidak begitu cinta-cinta amat tapi dia adalah idolaku dari kelas satu lagi pula saat dia nembak,aku memang butuh teman curhat.itu adalah keputusan terpenting yang kuputuskan tanpa sepengetahuan sahabatku amran.
        “ Hmmm....winner,kamu pulang dengan siapa?”tanya amran saat aku hendak pulang keesokan harinya.”aku pulang bareng kak wawan”kataku sambil membenahi barang-barangku.”sini aku mau cerita sama kamu....” katanya sambil menarik tangannku.”kenapa kamu pacaran dengan kak wawan tanpa sepengetahuanku?”tanyanya dengan nada sedikit membentak.”kak wawan bisa hibur aku saat aku sedih,dia juga selalu ada untukku”kataku padanya.”iya..tapi aku juga bisa seperti itu sama kamu...”katanya lagi .”hmmm...aku tidak ingin ganggu kamu dengan pacarmu sob...”kataku sambil nangis..”tu kan cengeng..gimana saya biarin kamu pacaran kalau kamu masih cengeng”..katanya sambil menghapus air mataku..”kalau gitu gimana aku bisa yakin kalau kamu akan peduli dengan aku sementara kamu punya pacar?”tanyaku balik padanya.”sudahlahh...yang pasti kamu harus putus dengan kak wawan.titik...! katanya padaku..
          Saat itu aku pulang dengan amran..dia mengantarku hingga ke depan pagar rumah...”hmmm...see you at scholl tomorrow..say.” see you too...jawabku...
          Malamnya ku sms kak wawan..aku sangat meminta maaf padanya dengan berat hati masa pacaran yang kami jalani selama 3 bulan berakhir dengan seperti ini...ketika dia menanyakan mengapa aku putuskan dia..aku tidak memberitahu yang sesungguhnya,aku hanya mengatakan bahwa  sebentar lagi kelas 3 akan ujian jadi alangkah baiknya jika dia fokus belajar saja....
          “ehh..aku sudah putus dengan kak wawan”kataku pada amran sahabatku.”seriusss say..??? tanyanya padaku”iya....”jawabku singkat.”sama dong..kemarin aku juga mutusin pacarku..”haaa...iya”tanyaku kaget mendengarnya.”ini semua untuk kamu winner...”sambil menarik hidungku...”uppssss..sakit tau”..hehehe...dia malah menertawaiku.
          Seminggu kemudian amran nelfon,katanya dia mau datang ke rumah,katanya ada hal penting yang dia ingin katakan padaku.”ada apa sobb..kayaknya penting bwanget? Tanyaku kemudian duduk di sampingnya.”aku balikan dengan mantanku”.katanya padaku.”seriusss....??? “iyalah..masa boong..”hehehe”bagus dong kalau gitu..kalau kamu memang sayang dengannya dan kamu bahagia maka aku juga ikut bahagia.kataku saat itu.
          Meskipun aku merasa di bodohi dengan sahabatku sendiri karena menyuruhku memutuskan orang yang jelas-jelas mencintaiku tapi dia malah balikan dengan mantannya namun lagi-lagi kekecewaan ini harus kututup rapat di balik senyumku untuknya.
Beberapa bulan terakhir aku dan amran selalu bersama,dimana ada aku disitu ada amran.kami selalu belajar bersama.meskipun sering bertengkar tapi kami tidak pernah lama-lama marahannya.
“say...hari ini rapat....?katanya padaku.”rapat apaan sih?”tanyaku sok manja pada sahabatku itu,entah mengapa aku memang senang bertingkah manja ketika bersama sahabatku itu.aku nyaman ketika bersama dia.
“yah rapat osis lah...stupid..”katanya menjewer kepalaku.”sakit tau...”kataku dengan wajah manyung....siang itu aku mengikuti rapat osis pembentukan panitia LK bersama dengan amran dan tak lupa dia juga mengantarku pulang setelah selesai rapat.
“be careful kalo berkendaraan..”teriakku setelas sesaat dia menurungkanku di depan rumah.
Uhh....akhirnya hari dimana aku harus begadang semalam full pun tiba.yah,hari dimana aku menjadi panitia LK lagi.”yeahhh....kita satu pos say..”teriak amran sambil memukul kepalaku.”uhh...santai aja kali sobb....”kataku sok cuek.”ehh...kok akhir-akhir ini kita sama-sama terus yah...”katanya memulai candaan lagi.”hmmm.....kita kan sahabat ,jadi tak terpisahkan..”kataku santai.tapi di balik itu semua aku sangat senang bisa satu pos dengan sahabatku,karena ku yakin dia bisa melindungi dan menjagaku.apalagi aku takut gelap.
Sampai di pos,sambil menunggu peserta kami hanya cerita-cerita saja.”ehh..say liburan nanti aku akan pulang kampung?”katanya padaku.mendengar kata-katanya aku merasa sedih .entah apa yang terjadi pada diriku, ini kan hanya liburan saja,tapi jujur belum pergi saja aku sudah kangen padahal dia ada di dekatku bagaimana kalau dia pergi nanti? Tapi buru-buru ku hilangkan pikiran aneh itu dari benakku.”berapa lama?” tanyaku saat aku mulai menguasai perasaanku kembali.”selama liburan kita”katanya.kemudian aku menjerit ketakutan karena lampu tiba-tiba padam.”ihhh..apaan sih loe,kan aku takut gelap”kataku sambil terduduk di pojok ruangan itu.”enak aja..mati sendiri tauu..” balasnya padaku sambil tertawa.”udahh  dehh nyalain nggak lampunya”jawabku lagi.”iya..iya..penakut amat sihh..katanya kemudian menyalakan lampu.saat lampu menyala ku lihat wajah nakalnya di hadapanku sambil tersenyum.”apaan sih loe...minggir”kataku kemudian keluar bermain air karena malam itu memang hujan turun.
Menjelang subuh kami semua berkumpul di musholla sekolah,ini adalah sedikit waktu untuk kami istrahat.”sini HP kamu!”katanya menarik HP itu dariku”apaan sihh,aku kan lagi main”jawabku merengek minta di kembaliin.”sudah..sekarang kamu tidur!”pintanya padaku memberikan sweeternya untukku.”uhhh..kayak ibu-ibu deh loe”kataku kemudian tidur di pojok musholla.
Beberapa menit aku terbaring kurasakan ada yang menyelimutiku dengan sajada.tapi aku tak urung untuk membuka mata.palingan juga amran.”thank you”gumamku dalam hati.
“ I love you winner...”kata amran padaku.” I love you too amran”jawabku kemudian kami berdua tertawa bersama.”uhhhh...lebay dehh..yah sudah aku masuk dulu deh”nyaris setiap hari kamu bercanda seperti itu saat istrahat maupun belajar.
Entah mengapa akhir-akhir ini saat ku lihat mata amran aku jadi deg-degan.rasanya aku tambah sayang dengannya.tapi aku yakin dia juga pasti merasakan hal yang sama denganku karena akhir-akhir ini di tidak berani menatapku lagi.ohh..tuhan,aku tidak ingin punya rasa yang seperti ini lagi.....teriakku dalam hati.
Suatu hari aku duduk di bangkuku,aku sedang menulis.”heyyy...aku boleh duduk nggak?”tanya amran.”hmmm...kemudian aku pindah ke bangku sebelah memberikan tempat untuknya.”ehh...aku boleh nyanyi nggak?”tanyanya lagi..”yah..nyanyi aja lagi...kan nggak ada yang ngelarang”.jawabku tanpa melihatnya.
Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Kau menolakku,acuhkan diriku
          Bagaimana caranya untuk
Melumpuhkan kerasnya hatimu
Kusadari  kutak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarka kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku...
Terkadang aku juga ikut bernyanyi bersama dengannya.saat istrahat aku dan salah seorang teman kelasku  ke toilet.”ehhh..kayaknya amran nyanyi lagu itu buat seseorang deh...”katanya  sambil mencuci tangannya.”ahh..masa iya?”tanyaku padanya.sebenarnya akhir-akhir ini aku kegeeran dengan amran abisnya dia sering bwanget nyanyiin lagu itu saat di dekatku,tapi ya sudahlah itu kan lagu,siapa saja berhak menyanyikannya.
Jujur akhir-akhir ini dia sering banget  jahilin aku,membuat aku bertingkah seperti anak-anak di hadapannya.hampir seluruh waktu istrahat kami habiskan bersama.suatu hari dia bernyanyi di sampingku sesekali menendang-nendang kakiku.aku sadar dia ingin aku dengarkan lagunya.tapi ya udah ahh..aku cuek aja.
Sementara menyanyi tanpa ku duga dia membalikkan badanku ke arahnya dan berkata”winner..tatap mataku..”katanya padaku saat itu.”whatt..?”gumamku dalam hati.rasanya jantungku hampir copot mendengarkan kata-katanya,jujur aku tak sanggup menatap matanya apa lagi ketika dia bernyanyi seperti itu.aku sadar dia menyukaiku setelah ku tahu dari salah seorang temannya tapi aku belum sanggup memberikan pengertian bahwa aku juga menyukainya.bersahabat dan bisa sama-sama dengannya saja aku sudah senang banget.
“apaan sihh loe???” kataku padanya buru-buru menundukkan pandanganku.kemudian aku pindah dari tempat itu.”uhhh..kamu jahil banget sihh ganggu orang yang lagi belajar saja”kataku dengan wajah manyung kemudian ke tempat lain.
Hari itu adalah hari senin,aku upacara bendera.seperti biasanya,aku selalu berdiri di depan dengan alasan lebih khusyuk gitu upacaranya.tiba-tiba dia ke sampingku,dia jadi pemimpi barisan kelas kami.”ehh..amran cocok yah dengan cindy” kata salah seorang temanku.”ahh..nggak ahh,,aku tuh cocoknya ma ini nie,,?”katanya sambil menyenggol tubuhku.”nggak kamu lebih cocok ma cindy,,kamu nggak cocok dengan wina”kata temanku lagi.”nggak..meskipun aku nggak cocok ma dia yang pasti aku cinta”katanya kemudian memegang daguku.”apaan sihh...?”kataku risih di perlakukan seperti itu sama dia.
Selesai upacara kami langsung masuk kelas.berhubung karena hari itu kami belajar komputer dan di kelas hanya ada beberapa komputer termasuk punyaku dan punyanya.jadi kami harus bergilirang memakainya.sambil menunggu giliran aku dan amran bercanda bareng.”ehhh...kamu jangan usilin aku dong...”gerutuku nggak suka di perlakukan seperti itu.”aku kan sayang ma kamu jadi aku suka gangguin kamu”katanya lagi sambil tersenyum di hadapanku.aku sangat benci senyumnya,aku benci ketika aku harus melihat matanya,aku benci ketika bersikap seperti itu padaku.
“Tapi aku nggak suka”kataku lagi.”aku tuhh..kayak gini cuman ke kamu,kan aku sayang kamu”katanya nggak mau kalah..”uhhhh..dasar lebay....”kataku meledek.akhir-akhir ini aku memang sering mengatainya dengan cocok lebay.benar juga sih.tapi itu semua untuk menutupi ke gugupanku saat bersamanya.kata-kata itu adalah senjata ampuhku saat ini.gumamku dalam hati.
Suatu hari aku dan teman-teman sedang bercengkrama bersama.”ehh...mran are you like she?”kata temanku kemudian menunjuk ke arah cindy.kulihat cindy hanya tersenyum mendengar semuanya.”ohh..no. i like she”jawabnya sambil menunjukku kemudian memukul kepalaku.aku hanya diam mendengarnya berkata begitu.aku tidak ingin kelihatan kegeeran di depan semua  teman-temannku terlebih lagi amran.”i love you very much...ku mohon kamu mengerti’kata-kata amran kepadaku saat itu.”uhhh...dasar lebay”jawabnku kemudian melanjutkan menulis.”ku mohon sadari kata-kataku”katanya lagi dengan suara yang lebih kecil dari sebelumnya.sebenarnya aku mendengarnya tapi aku pura-pura tidak mengetahui apa yang dia katakan
Jujur aku sayang dia.tapi aku lebih senang dengan seperti ini.kami terus bersama,bercanda ria,walaupun tanpa status dan ikatan.
To be continued....

1 komentar:

  1. alhamdulillah.....
    akhirnya nulis lagi meskipun tidak bagus yang penting berusaha........

    BalasHapus